Toyota 8-SERIES: Forklift Toyota memiliki Fitur SAS & OPS

Daftar Isi

Apa itu Fitur SAS & OPS pada Forklift Toyota ?

Untuk menghindari dan mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan saat bekerja, Toyota telah memasang Sistem Stabilitas Aktif (SAS) pada sebagian besar forklift sejak tahun 1999. SAS merupakan sistem forklift yang canggih dan efektif dalam mendeteksi situasi operasi yang berbahaya. Jika ada ancaman terhadap keselamatan, SAS akan secara otomatis mengaktifkan salah satu dari dua fitur utamanya yang bertujuan untuk meningkatkan stabilitas forklift baik dari segi lateral maupun longitudinal.

SAS System of Active Stability

Sistem Stabilizer Kontrol Belakang yang Aktif

Fungsi dari Sistem Kontrol Stabilizer Belakang adalah untuk meningkatkan stabilitas forklift secara lateral menggunakan swing lock cylinder yang dipatenkan pada gandar kemudi belakang. Swing lock cylinder ini mengubah pola jalur forklift dari segitiga biasa menjadi pola persegi panjang, yang dapat mengurangi risiko miringnya forklift ke samping.

Sistem Kontrol Fungsi Tiang yang Aktif

Apabila terdeteksi risiko tipover longitudinal, Sistem Kontrol Fungsi Tiang Aktif akan memicu kontrol kemiringan ke depan atau kontrol kecepatan kemiringan belakang. Saat aktif, sistem tersebut dapat mengontrol kemiringan dan mendeteksi berat di depan serta ketinggian tiang forklift. Kemudian, sistem tersebut akan mengurangi kecepatan kemiringan hingga setengah dari kecepatan kemiringan maksimum.

Beberapa keunggulan dari Sistem Stabilitas Aktif (SAS) antara lain :

    1. Efesiensi dalam penyimpanan dan pengambilan barang
      Sistem kontrol tiang SAS tidak hanya memonitor ketinggian dan posisi tiang, tetapi juga menghitung kecepatan dan sudut yang optimal. Dengan mengurangi goyangan tiang, operator dapat dengan cepat menyimpan atau mengambil barang pada ketinggian yang lebih tinggi. Hal ini dapat meningkatkan produktivitas dengan merusak beban atau infrastruktur yang lebih sedikit dan mengurangi biaya operasional.


    2. Kemudahan dalam penumpukan dan pengosongan barang
      Dengan adanya SAS Fork Leveling Control, pengemudi dapat meratakan fork dengan menekan satu tombol saja. Hal ini memungkinkan tugas ini diselesaikan dengan lebih cepat, sehingga penanganan beban menjadi lebih efisien dan produktif, terutama pada ketinggian. Selain itu, fork leveling membantu operator menumpuk barang secara merata dan dengan benar, sehingga dapat menghindari kerusakan pada barang dan rak. Dengan begitu, biaya operasional dapat menjadi lebih rendah, dan risiko beban dan kerusakan infrastruktur juga dapat dikurangi.


    3. Menjamin Stabilitas Selama Berkendara
      Fitur SAS membantu melindungi operator saat berbelok tanpa mengurangi produktivitas dengan menggunakan sistem Swing Lock Cylinder yang dipatenkan untuk mengunci gerakan ayunan pada gandar belakang secara otomatis. Dengan demikian, sistem ini dapat membantu pengemudi untuk lebih produktif dengan meminimalkan risiko kecelakaan saat bekerja.


    4. Menawarkan Kenyamanan Selama Pengoperasian yang Lama
      Dengan memberikan posisi mengemudi yang nyaman, SAS Steering Synchronizer dapat mengurangi ketegangan fisik pada pengemudi dan memberikan dampak positif pada produktivitas dan kesehatan. Sistem ini secara otomatis menyelaraskan kenop roda kemudi dengan posisi roda belakang untuk menciptakan posisi mengemudi yang ergonomis dan efisien dalam operasi yang aman dan produktif. Dilengkapi dengan fitur Swing Lock Cylinder, SAS juga menawarkan stabilitas yang superior dan kenyamanan pengemudi yang optimal di semua kondisi.

Apa itu Fitur OPS? (Operator Presence Sensing)

Toyota menyediakan fitur OPS sebagai perlengkapan standar pada semua model forklift, selain fitur SAS. OPS menggunakan sensor saklar yang terpasang pada kursi atau lantai operator untuk mendeteksi kehadiran operator. Saat operator tidak berada dalam posisi operasi normal, maka daya perjalanan akan terganggu dan operasi penanganan beban akan dihentikan secara otomatis. OPS diperkenalkan pada semua produk forklift sit down 8-Series sebagai tanggapan terhadap standar keselamatan baru yang menuntut deteksi kehadiran operator.

Bagaimana Operator Sensing bekerja?

Sistem Operator Sensing (OPS) memantau sakelar pada kursi operator untuk memeriksa apakah operator duduk dengan benar. Jika sakelar kursi terbuka selama lebih dari 2 detik selama perjalanan, sistem akan memaksa transmisi untuk menjadi “netral” dan menghentikan perjalanan bertenaga. Saat OPS aktif, lampu OPS akan menyala di layar operator. Setelah operator kembali ke kursi dan sakelar kursi tertutup selama lebih dari 1 detik, OPS memeriksa posisi tuas kontrol arah. Jika tuas dalam posisi netral dan tidak dalam posisi maju atau mundur, sistem tidak akan lagi mengganggu perjalanan bertenaga. Ini dikenal sebagai fungsi “Static Return to Off” (SRO).

 

error: Content is protected !!