Daftar Isi
Toggle- Apakah Forklift Anda Masih Layak Dipertahankan? Kenali Tanda-Tandanya
- 5. Kapasitas Forklift Sudah Tidak Sesuai
- 6. Warehouse Mengalami Perubahan Layout
- 7. Forklift Diesel Digunakan di Area Indoor
- 8. Produktivitas Operasional Mulai Menurun
- 9. Jangan Hanya Menghitung Harga Beli Forklift
- Checklist: Apakah Forklift Anda Perlu Dievaluasi?
- Ganti Forklift atau Pertahankan?
- Arthamas sebagai Partner Material Handling
Apakah Forklift Anda Masih Layak Dipertahankan? Kenali Tanda-Tandanya
Forklift yang masih bisa beroperasi belum tentu berarti forklift tersebut masih menjadi pilihan yang paling tepat untuk kebutuhan operasional.
Banyak perusahaan memilih untuk mempertahankan forklift lama selama unit masih dapat digunakan. Namun seiring bertambahnya usia unit, kondisi operasional dapat berubah. Frekuensi perbaikan meningkat, spare part mulai lebih sulit diperoleh, downtime mengganggu aktivitas warehouse, atau kapasitas forklift sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan.
Pada titik tertentu, perusahaan perlu melihat lebih jauh:
Apakah forklift ini masih layak dipertahankan, atau sudah waktunya mempertimbangkan equipment baru?
Jawabannya tidak selalu berarti harus mengganti unit. Namun, melakukan equipment review dapat membantu perusahaan mengambil keputusan berdasarkan kondisi aktual dan kebutuhan operasional.
1. Forklift Semakin Sering Mengalami Breakdown
Salah satu tanda yang paling mudah terlihat adalah meningkatnya frekuensi breakdown.
Jika forklift yang sebelumnya dapat beroperasi normal mulai mengalami gangguan berulang, perusahaan perlu melihat:
- Seberapa sering breakdown terjadi?
- Berapa lama unit tidak dapat digunakan?
- Komponen apa yang paling sering mengalami kerusakan?
- Berapa biaya perbaikannya?
- Apakah downtime mengganggu aktivitas warehouse?
Satu kali kerusakan mungkin bukan masalah besar.
Namun jika downtime mulai terjadi berulang kali, dampaknya terhadap operasional perlu diperhitungkan.
2. Biaya Maintenance Mulai Meningkat
Forklift membutuhkan maintenance secara berkala.
Namun, seiring bertambahnya usia unit, kebutuhan perbaikan dapat meningkat.
Perusahaan sebaiknya tidak hanya melihat biaya service satu kali, tetapi mengevaluasi total maintenance cost dalam periode tertentu.
Misalnya:
Service rutin + spare part + repair + downtime + biaya operasional lainnya.
Jika biaya tersebut terus meningkat, perusahaan dapat mulai membandingkan kondisi existing unit dengan alternatif equipment baru.
3. Spare Part Mulai Sulit Diperoleh
Ketersediaan spare part merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga forklift tetap beroperasi.
Masalah dapat muncul ketika:
- Komponen sudah discontinued
- Lead time spare part semakin panjang
- Tidak semua supplier memiliki stok
- Komponen harus dipesan khusus
Dalam kondisi seperti ini, sebuah kerusakan kecil sekalipun dapat menyebabkan unit berhenti lebih lama dari yang diharapkan.
Karena itu, availability of spare parts juga perlu menjadi bagian dari pertimbangan equipment.
4. Forklift Sering Mengalami Downtime
Dalam operasional warehouse, forklift yang tidak dapat digunakan berarti ada aktivitas yang ikut tertunda.
Dampaknya dapat berbeda-beda tergantung proses kerja perusahaan.
Misalnya:
- Loading dan unloading tertunda
- Material movement terganggu
- Produksi menunggu material
- Pallet tidak dapat dipindahkan
- Aktivitas warehouse menjadi tidak optimal
Karena itu, evaluasi forklift sebaiknya tidak hanya melihat kondisi fisik unit, tetapi juga dampaknya terhadap operasional.
5. Kapasitas Forklift Sudah Tidak Sesuai
Kebutuhan operasional perusahaan dapat berubah.
Dulu mungkin perusahaan hanya membutuhkan forklift 2 ton.
Namun seiring perubahan produk, pallet, atau proses produksi, kebutuhan dapat berubah menjadi 2,5 ton atau 3 ton.
Begitu juga dengan:
- Ukuran pallet
- Load center
- Tinggi angkat
- Attachment
- Jenis racking
Forklift yang masih berfungsi bukan berarti kapasitasnya masih sesuai dengan aplikasi.
Equipment harus disesuaikan dengan kebutuhan aktual.
6. Warehouse Mengalami Perubahan Layout
Ini sering terjadi ketika perusahaan melakukan ekspansi atau reorganisasi warehouse.
Misalnya:
Dulu:
Warehouse menggunakan low rack dengan gangway yang cukup luas.
Sekarang:
Perusahaan ingin menggunakan high rack untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan.
Equipment yang sebelumnya digunakan mungkin tidak lagi menjadi pilihan yang paling sesuai.
Perubahan layout warehouse dapat membuat perusahaan perlu mengevaluasi kembali:
- Lift height
- Gangway
- Turning radius
- Fork length
- Capacity
- Mast configuration
Dalam kondisi tertentu, perusahaan mungkin perlu mempertimbangkan reach truck atau VNA dibandingkan forklift konvensional.
7. Forklift Diesel Digunakan di Area Indoor
Forklift diesel masih memiliki banyak aplikasi yang sesuai.
Namun, ketika unit digunakan di dalam warehouse, perusahaan perlu mempertimbangkan karakteristik lingkungan kerja.
Beberapa perusahaan mulai mengevaluasi penggunaan electric forklift untuk aplikasi indoor karena tidak menghasilkan emisi gas buang dari mesin pembakaran selama pengoperasian.
Namun, pemilihan electric forklift juga perlu mempertimbangkan:
- Shift kerja
- Charging opportunity
- Battery capacity
- Charging infrastructure
- Intensitas penggunaan
- Kondisi area kerja
Jadi pertanyaannya bukan sekadar:
“Electric atau diesel?”
Tetapi:
“Power source mana yang paling sesuai dengan aplikasi operasional?”
8. Produktivitas Operasional Mulai Menurun
Forklift mungkin masih dapat digunakan, tetapi performa operasionalnya mulai tidak sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Contohnya:
- Cycle time semakin lama
- Kecepatan operasi menurun
- Lifting performance tidak lagi optimal
- Operator mengalami lebih banyak kendala
- Unit tidak mampu mengikuti peningkatan workload
Jika workload perusahaan meningkat, equipment juga perlu dievaluasi.
9. Jangan Hanya Menghitung Harga Beli Forklift
Ketika perusahaan mulai mempertimbangkan unit baru, harga pembelian bukan satu-satunya faktor yang perlu dibandingkan.
Pertimbangkan juga:
Acquisition Cost
Harga pembelian equipment.
Operating Cost
Biaya energi atau bahan bakar selama unit digunakan.
Maintenance Cost
Service, spare part, consumables, dan repair.
Downtime
Potensi kerugian ketika equipment tidak dapat digunakan.
Equipment Lifetime
Berapa lama equipment diperkirakan dapat digunakan secara optimal.
Konsep ini sering disebut sebagai Total Cost of Ownership (TCO).
Dengan melihat TCO, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap dibandingkan hanya membandingkan harga unit.
Checklist: Apakah Forklift Anda Perlu Dievaluasi?
Coba cek kondisi forklift yang saat ini digunakan:
☐ Breakdown semakin sering
☐ Biaya repair meningkat
☐ Spare part sulit diperoleh
☐ Downtime mulai mengganggu operasional
☐ Kapasitas forklift sudah tidak sesuai
☐ Tinggi angkat tidak lagi memenuhi kebutuhan
☐ Ukuran pallet berubah
☐ Layout warehouse berubah
☐ Workload meningkat
☐ Forklift diesel digunakan untuk aplikasi indoor
☐ Maintenance cost semakin besar
☐ Produktivitas unit menurun
Semakin banyak faktor yang terpenuhi, semakin penting bagi perusahaan untuk melakukan equipment review.
Namun, checklist ini bukan berarti forklift harus langsung diganti.
Evaluasi tetap perlu mempertimbangkan kondisi unit, biaya operasional, kebutuhan aplikasi, dan rencana perusahaan.
Ganti Forklift atau Pertahankan?
Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua perusahaan.
Dalam beberapa kondisi, maintenance dan repair masih menjadi pilihan yang tepat.
Namun pada kondisi lain, investasi equipment baru dapat menjadi alternatif yang perlu diperhitungkan.
Yang paling penting adalah membandingkan kondisi existing equipment dengan kebutuhan operasional saat ini.
Pertanyaan yang perlu dijawab bukan hanya:
“Apakah forklift ini masih bisa bekerja?”
Tetapi:
“Apakah forklift ini masih mendukung operasional perusahaan secara efektif?”
Arthamas sebagai Partner Material Handling
Arthamas merupakan dealer dan distributor resmi Hangcha dan EP Equipment di Indonesia. Dengan dukungan produk, layanan after-sales, spare parts, rental, serta maintenance, Arthamas membantu perusahaan menentukan solusi material handling yang sesuai dengan kebutuhan operasionalnya.
Kami membantu customer melihat kebutuhan material handling berdasarkan kondisi aplikasi, mulai dari:
- Electric forklift
- Diesel forklift
- Reach truck
- VNA
- Warehouse equipment
- Forklift rental
- Service & maintenance
- Spare parts
- Refurbishment
Jika perusahaan sedang mengalami peningkatan maintenance cost, downtime, perubahan warehouse, atau membutuhkan equipment dengan spesifikasi berbeda, langkah pertama tidak harus langsung membeli forklift baru.
Mulailah dengan mengevaluasi kebutuhan Anda.
Apakah forklift Anda masih sesuai dengan kebutuhan operasional?
Diskusikan kondisi equipment dan kebutuhan warehouse Anda bersama tim Arthamas.
[Konsultasikan Kebutuhan Forklift Anda]